jelaskan kehidupan manusia praaksara pada masa berburu dan meramu
Sejarah
sinta805
Pertanyaan
jelaskan kehidupan manusia praaksara pada masa berburu dan meramu
2 Jawaban
-
1. Jawaban aldsyrf
Cara hidup dengan mengumpulkan makanan itu dikenal dengan sebutan food gathering. Jadi, bahan makanan yang dikumpulkan itu tidak dimasak terlebih dahulu karena mereka belum mengenal memasak. Sesuai dengan cara hidupnya, manusia purba akan senantiasa berpindah dari tempat satu ke tempat yang lain. Mereka meninggalkan tempat jika bahan makanan ditempat tersebut habis.
Kehidupan manusia purba pada waktu itu juga seringHidup Berkelompok, mereka bergerombol di tempat-tempat yang tersedia banyak bahan makanan dan airnya. -
2. Jawaban FacileRy
Pada masa awal kehidupan manusia purba hidup secara sederhana yakni dengan cara memanfaatkan segala sesuatu yang ada pada alam. Kehidupan manusia purba hanya sekedar berburu dan mengumpulkan makanan atau istilahnya food gathering. Manusia purba hidup dengan cara berpindah-pindah (nomaden). Setelah makanan di suatu tempat telah habis, manusia purba akan berpindah ke tempat lain yang masih terdapat makanan. Begitu seterusnya sehingga kehidupan mereka berpindah-pindah dan sangat tergantung dari alam. Perpindahan manusia purba ini dipengaruhi dua hal yakni sumber makanan dan musim.
Manusia purba pada masa ini hidup dan tinggal di sekitar sungai yang terdapat banyak makanan dikarenakan daerahnya subur. Sisa-sisa peninggalan yang membuktikan bahwa manusia purba tinggal di tepi sungai atau danau dan di goa-goa adalah dengan ditemukannya Kyokkenmodinger dan Abris sous roche. Kyokkenmodinger berasal dari bahasa Denmark (kyokken= daput, modding=sampah) berarti sampah dapur, yakni tumpukan dari kulit kerang yang membatu. Kyokkenmodinger banyak ditemukan di sepanjang pantai Sumatera Timur.
Sedangkan abris sous roche adalah gua karang tempat manusia tinggal. Gua-gua tersebut sebenarnya berbentuk ceruk-ceruk di dalam batu karang yang cukup untuk memberi perlindungan terhadap panas dan hujan. Penelitian tentang abris sous rouche dilakukan oleh Dr. P.V Stein Callencels di Gua Lawa dekat Sampung-Ponorogo, Jawa Timur. Di gua tersebut ditemukan banyak peninggalan pra sejarah, khususnya alat-alat dari tulang (bone culture).
Pada masa ini sudah terdapat pembagian kerja antara laki-laki dengan perempuan. Laki-laki pergi untuk berburu dan perempuan melakukan pekerjaan yang lebih ringan. Manusia purba masa ini juga sudah mengenal api. Api didapatkan dengan cara membenturkan dua buah batu hingga memunculkan percikan api. Alat-alat yang digunakan dalam memenuhi kebutuhan masih sederhana berupa batu atau alat-alat yang terbuat dari tulang binatang. Cara membuatnya juga sangat sederhana dan belum diasah. Hasil peninggalan dari masa berburu dan mengumpulkan makanan, antara lain:
1. Kapak Genggam/ Kapak Perimbas
2. Kapak Penetak
3. Alat Serpih
4. Alat-alat dari Tulang
semoga membantu :)